Petak Malai

Seni Budaya Suku Dayak Di Kalimantan Tengah

Puskesmas Tumbang Baraoi

Puskesmas Tumbang Baraoi Terletak di Desa Tumbang Baraoi Ibukota Kecamatan Petak Malai.

SMAN 1 Petak Malai

SMAN 1 Petak Malai, Desa Tumbang Baraoi Kecamatan Petak Malai, Kabupaten Katingan.

Akses Jalan

Akses jalan menuju Desa Tumbang Baraoi Ibu Kota Kecamatan Petak Malai.

Keadaan Alam Petak Malai

Salah satu view pemandangan alam perjalanan menuju Desa Tumbang Baraoi.

Minggu, 06 Juli 2014

Lima Jalan Desa Di Kecamatan Petak Malai Di Bangun Tahun Ini

Sedikitnya lima jalan desa yakni ja­lan da­ri Desa Rantau Bang­kihang di Kecamatan Sa­naman Mantikei menuju De­sa Tumbang Baraoi di Ke­camatan Petak Malai. Ke­­mudian dari Tumbang Ba­raoi ke Desa Tumbang Tangoi, serta dari Tumbang Baraoi ke Tumbang Ha­bangoi di Kecamatan Petak Malai akan di bangun tahun ini (2014).
Jalan menuju Tumbang Baraoi
Jalan loging Perusahaan Yang Digunakan Warga
Untuk Menuju Kecamatan Petak Malai

Jalan-jalan penghubung tersebut di bangun oleh Perusahaan Hak Pegusahaan Hutan (HPH) yang beroperasi di Katingan, sebagai ganti dana hasil ke daerah. Dengan kata lain HPH tidak lagi memberikan da­na bagi hasil ke daerah da­lam bentuk uang. Namun diganti dengan pem­ba­­ngun­an jalan.

Setidaknya saat ini sudah ada 11 perusahaan HPH yang mu­lai membangun jalan, khususnya di wilayah hulu. Sebanyak 11 perusahaan itu yakni, PT Sari Bumi Kusu­ma, PT Meranti Mustika, PT Ca­r­us Indonesia, PT Dwima Ja­ya Utama, PT Hutan Mulia, PT Kayu Waja, PT Sarana Pi­ranti Utama, PT Fitamaya, PT Graha Sentosa Permai, PT Ri­nanda Inti Lestari, dan PT Is­poin. 

Krisolit Elbaar, Kepala Dinas Kehutanan Ka­tingan menga­ta­kan selain jalan penghu­bung Kecamatan Sanaman Man­tikei dan Petak Malai, pe­rusahaan HPH juga mem­ba­­ngun jalan antardesa di Kecamatan Marikit, Bu­kit Raya, dan Katingan Hulu.

Dengan dibangunnya jalan-jalan antar desa ini diharapkan akan menghapus keterisolasian warga khususnya yang berada di daerah hulu. Untuk diketahui, Kabupaten Katingan adalah daerah yang cukup luas dengan letak sebaran perkampuangan/desa yang terpisah-pisah sehingga banyak desa yang masih terisolir karena belum adanya jalan.

Pembangunan jalan darat ini, selain dapat mempermudah aksesibilitas juga untuk mengurangi resiko atau bahaya. Ketidak tersediaan jalan umum di Petak Malai misalnya, warga harus menggunakan jalan perusahaan milik PT Dwima Gro­up yang menggarap areal di wila­yah itu. Hal tersebut tentu saja mengandung resiko besar karena jalan tersebut di lalui oleh kendaraan alat berat maupun angkutan logging perusaahan.

Referensi : Borneonews

Senin, 30 Juni 2014

Kebun Raya Katingan Provinsi Kalimantan Tengah

Hadirnya Kebun Raya Katingan dengan luas kawasan 127 ha, yang berlokasi dikawasan bukit batu di Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah cukup membawa angin segar dalam upaya pelestarian dan konservasi ex-situ khususnya untuk tumbuhan atau buah-buahan lokal terlebih tumbuhan tropis Kalimantan. 
 
Kebun Raya di Indonesia
Kebun Raya Kabupaten Katingan

Kebun Raya Katingan mulai dibangun setahun setelah penandatanganan MoU antara LIPI dan Pemda Kabupaten Katingan pada tahun 2005 mengenai pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk pendayagunaan sumber daya di Kabupaten Katingan. Sampai dengan akhir Bulan Februari 2013, jumlah koleksi tertanam di Kebun Raya Katingan  sebanyak 60 jenis, 779 spesimen. Sedangkan di pembibitan sebanyak 450 jenis, 3.968 spesimen.
koleksi tanaman di kebun raya katingan
Zona Buah Lokal di Kebun Raya Katingan
Namun demikian Kebun Raya Katingan sepertinya belum menyiapkan zona konservasi khusus untuk anggrek spesies. Padahal Kabupaten Katingan adalah salah satu daerah yang memiliki hutan dengan kekayaan anggrek alam yang sangat potensial untuk dikembangkan.

Aggrek adalah kelompok tumbuhan yang termasuk kedalam  suku  Orchidaceae, salah satu kelompok tumbuhan terbesar di dunia. Dari 20.000 jenis anggrek spesies yang tersebar di seluruh dunia, di perkirakan 6000 diantaranya tersebar di hutan-hutan Indonesia (Sandra, 2002). Dari jumlah tersebut Kalimantan dan Papua adalah penyumbang tertinggi keanekaragaman anggrek spesies di Indonesia.

Lajunya deforestasi dan tingginya tekanan terhadap hutan akan berdampak pada kelangkaan dan musnahnya anggrek spesies yang ada. Kegiatan pertambangan, perkebunan serta logging sudah semestinya tidak tutup mata terhadap keberadaan anggrek spesies atau anggrek alam. Upaya pelestarian ex-situ adalah langkah alternatif konservasi anggrek khsusunya untuk anggrek spesies yang telah kehilangan habitat aslinya. Jika semua pihak baik pemerintah, swasta maupun masyarakat bisa saling bekerjasama kita optimis, di masa depan nasib peranggrekan Indonesia pada umumnya dan Kabupaten Katingan khususnya bisa lebih baik.

Senin, 23 Juni 2014

Kalender Pendidikan Kabupaten Katingan 2014/2015

Kalender Pendidikan Kabupaten Katingan Tahun 2014/2015, sebagai salah satu pedoman Kepala Satuan Pendidikan baik negeri maupun swasta dalam mengatur kegiatan pembelajaran di satuan pendidikan. Kalender pendidikan juga berfungsi untuk mewujudkan keserasian langkah seluruh satuan pendidikan baik negeri maupun swasta dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di satuan pendidikan. Secara khusus bagi guru kalender pendidikan merupakan acuan dalam menyusun perangkat-perangkat guru.

Kalender Pendidikan Kabupaten Katingan 2014/2015
Kalender Pendidikan Kabupaten Katingan tahun 2014/2015 merupakan pedoman yang harus di miliki setiap guru. Sehingga "wajib" untuk diketahui dan dimiliki oleh setiap guru dan pimpinan satuan pendidikan. 

Bagi anda tenaga pendidik (guru) yang bertugas di wilayah Kabupaten Katingan bisa download kalender pendidikan dengan mengklik link Download  Kalaender Pendidikan Kabupaten Katingan 2014/2015

Rabu, 11 Juni 2014

Prajabatan Golongan III Angkatan III Provinsi Kalteng

Palangkaraya - Peserta Prajabatan golongan III angkatan III tahun 2014 akhirnya di asramakan setelah sebelumnya melaksanakan pemeriksaan kesehatan di sekretariat Dharma Wanita Rabu (11/06/2014) siang.
Peserta Diklat CPNS Golongan III angkatan III Tahun 2014
Saat mendaftar Pemeriksaan Kesehatan

Sekitar 200-an peserta yang berasal dari dua Kabupaten yaitu Kotim dan Katingan tersebut rencananya akan mengikuti kegiatan pendidikan dan latihan (Diklat) selama 24 hari (12 Juni - 4 Juli 2014) di lingkungan Kampus diklat yang terletak di Jl. Ais Nasution No. 2 Palangka Raya. 

Dalam pelaksanaannya setidaknya ada kurang lebih 14 mata diklat yang akan diterima peserta antara lain, Dinamika Kelompok, Pola Pikir PNS, Sistem Pemerintahan  Negara Kesatuan RI, Kepemerintahan Yang Baik, Manajemen Kepegawaian Negara, Etika Organisasi Pemerintah, Manajemen Perkantoran Modern, Percepatan Pemberantasan Korupsi, Membangun Kerjasama Tim, Komunikasi yang Efektif, Wawasan Kebangsaan dan Program ko-kurikuler.

Rencananya Pembukaan Prajabatan Golongan III, angkatan III Provinsi Kalimantan  Tengah Tahun 2014 ini akan digelar  pada hari ini (Kamis, 12 Juni 2014) pukul 09.00 WIB yang langsung di hadiri oleh Kepala Bandiklat Provinsi Kalimantan Tengah H. Mugeni, SH, MH.

Diklat Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) golongan III angkatan III Tahun 2014 sendiri seperti yang dituturkan panitia pelaksana adalah penyelenggaraan Diklat dengan sistem lama yang terakhir di Provinsi Kalimantan Tengah, setelah ini mereka akan mulai memberlakukan sistem pola baru dengan waktu yang lebih lama yaitu 98 hari kerja serta dengan anggaran biaya yang diperkirakan kurang lebih sekitar 13 juta/peserta.

Jumat, 30 Mei 2014

Alih Fungsi Hutan Ancam Anggrek Spesies Kalteng

Petak Malai - Berada di tengah-tengah pulau Kalimantan, Kalteng memiliki hutan tropis yang menyimpan kekayaan alam flora dan fauna yang benar-benar luar biasa. Berdasarkan Perda No : 8/2003 luas hutan di Kalteng mencapai 10.294.853,52 hektar atau 64 persen dari luas keseluruhan Kalteng yang terdiri atas hutan konservasi seluas 1.848.485,60 hektar, hutan lindung 766.392,06 hektar, hutan produksi 8.038.792,02 hektar, dan hutan penelitian serta pendidikan 5.003,80 hektar.
Anggrek spesies Kalteng
Arundina sp

Ironisnya, dari total luas yang ada, sekitar  5.715.022,21 hektar keadaannya kritis. Kegiatan alih fungsi hutan baik berupa aktifitas pertambangan, perkebunan dan logging adalah beberapa diantara penyebabnya selain kebakaran hutan. Keadaan ini tentu saja berdampak buruk bagi kelangsungan kehidupan berbagai spesies flora dan fauna yang ada di dalamnya, tak terkecuali anggrek alam.

Anggrek adalah salah satu kelompok tumbuhan yang masuk kedalam famili Orchidaceae. Hingga saat ini belum ada data pasti jumlah jenis anggrek yang ada di Indonesia, namun menurut Gunadi (1986), di perkirakan ada sekitar 5000 jenis anggrek yang tersebar di wilayah Indonesia, terutama di pulau Kalimantan, Sumatra dan Irian Jaya.

Secara umum, anggrek berdasarkan habitatnya di bagi menjadi 4 golongan, yang pertama adalah anggrek epifit yaitu anggrek yang hidup dengan menempel pada pohon inang namun tidak bersifat parasit. Anggrek kelompok ini adalah yang terbanyak hidup di hutan-hutan tropis di Indonesia. Kelompok kedua adalah anggrek tanah atau terrestrial, jenis anggrek ini tumbuh di tanah yang umumnya terbuka. Kelompok ketiga adalah anggrek saprofit (tumbuh di media yang banyak mengandung humus atau serasah), biasanya tumbuh di lantai hutan dimana banyak mengandung humus dan sisa-sisa daunan yang lapuk. Terakhir anggrek litofit, anggrek ini tumbuh di bebatuan atau tanah berbatu, biasanya di tempat terbuka.

Di bebarapa daerah seperti Malaysia, Thailand, Taiwan bahkan Singapura, anggrek telah menjadi sumber devisa penting. Sayangnya di Indonesia upaya pengembangan potensi anggrek belum optimal bahkan hingga saat ini, Indonesia masih sering mengimpor bibit anggrek hibrid dari negri jiran padahal Indonesia diyakini sebagai negara kedua dengan kekayaan anggrek spesies terbesar di dunia setelah Brazil.

Lajunya kerusakan hutan di kalteng berbanding lurus dengan punahnya ragam anggrek spesies atau anggrek alam yang ada. Sudah saatnya pemerintah daerah beserta instansi terkait memikirkan aset bangsa yang kini keberadaannya semakin terancam. Upaya penyelamatan dan konservasi anggrek khususnya di sekitar kawasan alih fungsi hutan hendaknya menjadi fokus utama agar predikat kalteng sebagai salah satu "rumah anggrek spesies" Kalimantan tidak hanya tinggal cerita.

Minggu, 25 Mei 2014

Acara Perpisahan SMPN Satu Atap 3 Sanaman Mantikei

Tumbang Baraoi – Kamis (22/05/2014), SMPN Satu Atap 3 Sanaman Mantikei menggelar acara perpisahan (Pelepasan) siswa kelas IX  untuk kali pertama. Meski tidak dihadiri oleh kepala sekolah, acara yang di helat secara sederhana berjalan lancar.

Orang Tua Murid, Komite Sekolah dan Undangan

Ketua Komite Sekolah

Persembahan Tari Kreasi Siswa Siswi SMPN Satap 3 Sanaman Mantikei

Persembahan Tari Kreasi Siswa Siswi SMPN Satap 3 Sanaman Mantikei


Acara yang mengambil tempat di halaman sekolah  di hadiri tidak hanya orangtua murid tetapi juga para dewan guru baik SD, SMP, maupun SMA.  Acara perpisahan SMPN Satap 3 Sanaman Mantikei di buka dengan Tari Kreasi persembahan anak-anak sekolah SMPN Satap 3, di lanjutkan dengan laporan panitia pelaksana. Persembahan lagu Hymne Guru, sambutan kepala sekolah (di wakilkan), Pembacaan Puisi, dan Sambutan Ketua Komite, secara berurutan mengisi acara selanjutnya. Acara ditutup dengan doa bersama setelah sebelumnya di isi dengan persembahan lagu Terimakasihku, Sambutan Ketua Osis dan Manari Manasai.

Ketua Osis SMPN Satap 3 Sanaman Mantikei

Manari Manasai
Manari Manasai
Hidangan Prasmanan Untuk Undangan dan Dewan Guru
Setelah selesai, undangan di persilahkan menikmati hidangan yang telah di sediakan sembari mendengarkan sajian hiburan lagu yang di sumbangkan oleh guru-guru, murid serta undangan yang di iringi musik organ tunggal